--> Bantahan Untuk Abul Jauzaa Atas Kritikannya Terhadap Ust Adi Hidayat Tentang Masalah Takdir (Bagian Keempat) | Critik Salafi

Bantahan Untuk Abul Jauzaa Atas Kritikannya Terhadap Ust Adi Hidayat Tentang Masalah Takdir (Bagian Keempat)

kritik salafi, adi hidayat, firanda, abul jauzaa, rodja, takdir,manhaj, manhaj salaf, tahzir, Abdullah taslim, al-albani,




Silsilah Pembelaan Terhadap Ust Adi Hidayat: Bantahan Untuk Abul Jauzaa Atas Kritikannya Terhadap Ust Adi Hidayat Tentang Masalah Takdir (Bagian Keempat)
Allah ta’ala berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuudh) sebelum Kami menciptakannya” [QS. Al-Hadiid : 22]. Rasulullah ﷺ bersabda: كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ “Allah telah menulis seluruh takdir makhluk-makhluk 50.000 tahun sebelum menciptakan langit-langit dan bumi” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2653]. Bahagia dan celaka, neraka dan surga seseorang; maka semua itu telah ditetapkan oleh Allah ta'ala; sama seperti ajal dan rizki. Bukankah dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’uud radliyallaahu ‘anhu secara marfuu’ dari Nabi ﷺ telah disebutkan: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ فِي ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ، أَوْ سَعِيدٌ، فَوَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا “Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari, kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula (40 hari). Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula (40 hari). Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan RIZKINYA, AJALNYA, AMALANYA, dan CELAKA atau BAHAGIANYA. Maka demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak diibadahi melainkan-Nya, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3207 dan Muslim no. 2643]. Juga tentang kisah perdebatan antara Adam dan Muusaa ‘alaihimas-salaam: احْتَجَّ آدَمُ، وَمُوسَى، فَقَالَ لَهُ مُوسَى: يَا آدَمُ، أَنْتَ أَبُونَا خَيَّبْتَنَا وَأَخْرَجْتَنَا مِنَ الْجَنَّةِ، قَالَ لَهُ آدَمُ: يَا مُوسَى، اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِكَلَامِهِ وَخَطَّ لَكَ بِيَدِهِ، أَتَلُومُنِي عَلَى أَمْرٍ قَدَّرَهُ اللَّهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي بِأَرْبَعِينَ سَنَة، فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى، فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى ثَلَاثًا “Aadam dan Muusaa saling berhujjah (berdebat). Muusaa berkata kepadanya (Aadam) : “Wahai Aadam, engkau adalah ayah kami, engkau telah mengecewakan kami dan mengeluarkan kami dari surga”. Aadam berkata kepadanya : “Wahai Muusaa, Allah telah memilihmu dengan firman-Nya dan telah menuliskan (Taurat) dengan tangan-Nya untukmu. Apakah engkau mencelaku atas perkara yang Allah telah mentakdirkannya untukku 40 tahun sebelum Allah menciptakanku ?”. Maka Aadam mengalahkan Muusaa, Aadam mengalahkan Muusaa” – sebanyak tiga kali [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6614 dan Muslim no. 2652]. Yaitu, ketetapan Allah ta'ala telah mendahului perbuatan Adam yang menyebabkannya keluar dari surga.
1 2 3 4 5 6 7 8
Maka dari itu pemahaman hadis bukhari muslim ini tidak seperti pemahaman si abul jauzaa ini, tapi merujuk kepada hadis yang sudah kami sebutkan tadi, bahwa seandainya kita ditakdirkan masuk neraka, itu bisa kita rubah dengan amal salih yang konsiten sampai kita mati sehingga kita bisa masuk surga, tapi bagaimana bila di tengah jalan kita malah melakukan amalan penghuni neraka dan mati, apakah itu takdir?
Kami katakan bukan, itu adalah pilihan kita, kita yang memilih UNTUK TIDAK KONSISTEN, dan itu bukan takdir, sebab kalau ini dikatakan takdir maka cerita ada orang bunuh orang sampai 100 nyawa harusnya tidak boleh masuk surga karena ia beramal dengan amalan ahli neraka, ini perkataan malaikat azab akan melanggar firman Allah sendiri yang menyatakan siapa yang mati dalam keadaan beramal dengan amalan penhuni neraka akan masuk ke dalam neraka. Tapi faktanya, laki-laki ini punya pilihan, ia memilih takdirnya, ia ingin bertaubat tapi ia belum beramal salih sedikitpun, tapi mati di tengah jalan, dan dimasukan ke dalam surga, hanya karena jarak, ingat karena jarak, hadis bukhari muslim di atas ini bicara mengenai amal, sementara hadis pembunuh 100 orang ini bicara mengenai jarak, dua hal ini berbeda.
Jadi kembali ke hadis bukhari muslim ini bahwa yang kami pahami dari kalimat ini: فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ tetapi CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA, bukan bermakna Jabbariyah sebagaimana diyakini si Abul Jauzaa ini, tapi lebih ke pertengahan, yaitu karena dia beramal dengan amalan ahli nereka, maka takdir mendahuluinya, takdir apakah di sini? Apakah takdir bahwa ia masuk neraka, menjadi penghuni neraka, meskipun ia beramal dengan amalan ahli surga kemudian tergelincir ke amalan ahli neraka?
Kami katakan, tidak, ini pemahaman Jabbariyah, yang benar adalah Allah menciptakan takdir : Bahwa Allah yang Maha Mulia dan Maha luhur menciptakan Adam, kemudian mengusap punggungnya dengan tangan kanannya, lalu keluarlah darinya keturunan kemudian Allah berfirman: Aku ciptakan mereka ini untuk masuk surga, maka mereka akan mengamalkan amalan ahli surga, kemudian Allah mengusap punggunya maka keluarlah darinya keturunan, kemudian Allah berfirman lagi: Aku ciptakan mereka ini untuk masuk neraka, maka mereka akan mengamalkan amalan ahli neraka.
Tapi Dia belum menetapkan siapa saja yang masuk surga dan neraka, kemudian Allah memberi pilihan, siapa yang konsiten beramal dengan amalan ahli surga sampai mati, masuk surga, dan yang konsiten beramal dengan amalan ahli neraka, masuk neraka. Rasulullah menjawab, Sesungguhnya Allah itu kalau sudah menciptakan seorang hamba untuk masuk surga maka dia menjadikannya beramal dengan amalan ahli surga hingga ia meninggal di atas amalan dari sebagian amalan penghuni surga maka Allah memasukkannya ke dalam surga, dan tatkala dia menciptakan seorang hamba untuk masuk neraka maka ia menjadikannya beramal dengan amalan penghuni surga hingga ia meninggal di atas amalam sebagian amalan ahli neraka lalu memasukkannya ke dalam neraka.
Namun bagi siapa yang TIDAK KONSITEN berlakulah hadis ini, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya” adapun makna frase : CATATAN (TAKDIR) MENDAHULUINYA, adalah kembali ke takdir tadi yaitu siapa yang mengamalkan amalan ahli surga masuk surga dan siapa yang mengamalkan amalan ahli nereka masuk neraka. Bukan bermaka setiap kita sudah ditentukan masuk neraka atau surga, andaikata kita kita beramal sekalipun maka itu tidak merubah takdir.
Ini jelas-jelas adalah paham Jabbariyah beracun, manusia tidak diberi pilihan sama sekali, siapa yang sudah Allah tentukan masuk neraka, akan masuk neraka meskipun ia beramal dengan amalan ahli surga, karena sekalipun ia beramal dengan amalan yang besar dan banyak tetap akan Allah balikan ia ke amalan ahli nereka sehingga ia mati masuk neraka, begitupun dengan siapa yang sudah Allah tentukan masuk surga, akan masuk surga meskipun ia beramal dengan amalan ahli neraka, karena sekalipun ia melakukan dosa besar dan banyak tetap akan Allah balikan ia ke amalan ahli surga sehingga ia mati masuk surga.

COMMENTS

BLOGGER: 2
  1. HANYA SARAN.. tombol klik dan kliknya di hilangin aka akhi biar faham ttg yag antum sampaikan

    ReplyDelete
  2. bantahan asal2an..takdir itu tidak diketahui..jadi jangan pakai seandainya takdir kita begini dan begitu..

    ReplyDelete

Name

abdul somad,1,Abul Jauzaa,5,Adi Hidayat,11,bahasa arab,2,berita timur tengah,1,Firanda,8,hoaks,1,iblis,1,kabar habib,1,kritik salafi,12,kubur,1,liputan hadits,1,peristiwa,1,qadar,9,qadha,9,qishoshul anbiya`,1,shalat menghadap kubur,1,takdir,9,wudhu,2,محمد بن سلمان,1,
ltr
item
Critik Salafi: Bantahan Untuk Abul Jauzaa Atas Kritikannya Terhadap Ust Adi Hidayat Tentang Masalah Takdir (Bagian Keempat)
Bantahan Untuk Abul Jauzaa Atas Kritikannya Terhadap Ust Adi Hidayat Tentang Masalah Takdir (Bagian Keempat)
kritik salafi, adi hidayat, firanda, abul jauzaa, rodja, takdir,manhaj, manhaj salaf, tahzir, Abdullah taslim, al-albani,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikinDYLB7ippkZ_aCeucCq3Itx_-7ylQHSGClb9toUVPUF4fuNZknZ9KrU2C5omydSJ69jVDGlg-icCVNEiWuCDpak_aNkirNcEtrWanbvYMGBj8ejZz3xjZeejos0kZnK2nFIt-mlaHPL/s320/antara-salah-paham-paham-salah-ust-adi-hidayat.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikinDYLB7ippkZ_aCeucCq3Itx_-7ylQHSGClb9toUVPUF4fuNZknZ9KrU2C5omydSJ69jVDGlg-icCVNEiWuCDpak_aNkirNcEtrWanbvYMGBj8ejZz3xjZeejos0kZnK2nFIt-mlaHPL/s72-c/antara-salah-paham-paham-salah-ust-adi-hidayat.jpg
Critik Salafi
https://kritiksalafi.blogspot.com/2017/04/kritiksalafi-adihidayat-bantahanuntuk-abuljauza-firanda-masalahtakdir.html
https://kritiksalafi.blogspot.com/
https://kritiksalafi.blogspot.com/
https://kritiksalafi.blogspot.com/2017/04/kritiksalafi-adihidayat-bantahanuntuk-abuljauza-firanda-masalahtakdir.html
true
1624226392706889879
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy